Cara Melilit Trafo SMPS

Cara membuat lilitan atau kumparan dan menghitung banyaknya lilitan

Seringkali diantara kita membuat lilitan yang kebanyakan tidak mengerti berapa lilitan yang
seharusnya dililit dan berapa nilai induktansinya setelah jadi lilitan dan berapakah yang ideal, ini berhubungan dengan bahan ferit, airgap(celah udara) dan ukuran fisik feritnya, secara nalar semakin bagus permeabilitas ferit(Bmax) maka semakin sedikit jumlah lilitan,semakin besar airgap maka semakin banyak lilitan dan semakin besar ukuran fisik ferit maka semakin sedikit jumlah lilitannya, sehingga dengan penalaran tersebut didapat kesimpulan, jika salah satu atau ketiga unsur diatas berbeda maka jumlah lilitan sudah barang tentu akan berbeda pula, nah berapakah jumlah lilitan yang pas dan efisien Berdasarkan ujicoba yang berulang ulang nilai induktansi yang ideal adalah 500 µH atau jika anda tidak punya L meter dapat dipakai cara sebagai berikut :

Tetapkan sebuah tone generator atur pada frekwens 44-45Khz sambungkan lilitan primer
dengan C sebesar 25nF secara seri dan hidupkan generator frek jika terjadi resonansi maka
itulah nilai induktansi sebesar 500µH, apakah tandanya resonansi? Pada L dan C terjadi lonjakan tegangan yang besar sekali. Cara yang lain Atur frekwensi alat test trafo pada frek 60khz dan buatlah lilitan agar terbangkit tegangan sebesar 200Volt, maka ini akan menghasilkan induktansi sebesar 500µH, nah dari metoda diatas manakah yang bisa anda lakukan? jelas menggunakan L meter yang paling mudah
Untuk mendapatkan hasil yang mendekati ketepatan dalam mengukur, disarankan alat tes
dicatu dengan tegangan yang tepat 12V jangan lebih atau kurang, jika tidak tepat 12V catu
dayanya, besar kemungkinan hasil pengukuran juga tidak tepat.Jika cara ini anda sudah mendapatkan yang sesuai petunjuk maka lepas lilitan dan hitung satu persatu berapa jumlahnya, nah sekarang sudah tahu berapa jumlah lilitan untuk primernya. bagaimana untuk jumlah lilitan yang lainnya? Tetapkan tegangan acuan 200 Volt untuk tegangan masukan sehingga akan didapat Voltperlilit atau lilitpervol atau n/v atau g/v setelah didapat n/v maka hitunglah jumlah lilitan dengan perbandingan transformasi.


Menentukan besar kawat yang akan di gunakan dan menentukan polaritas ujung-ujung lilitan.
Sebelum melilit lilitan yangg fixed seperti yang telah dijelaskan di atas, jika setelah di buka lilitannya ternyata 50 lilit maka ukurlah koker terlebih dahulu berapa layer akan dipakai, misal ukuran koker yang tersedia selebar 2,5cm atau 25mm atau misal lebih besar lagi, ukuran selebar 3,5cm atau 35mm, maka untuk membuat lilitan double layer, angka 35/50 berarti kawat yang dipakai adalah Ø= 0,7mm. Tujuannya agar lilitan bisa pas rapat memenuhi koker, jika anda menggunakan kawat 0,6mm dan lilitan sebanyak 50 lilit maka dalam layer pertama akan ada sisa sebesar 5mm, atau anda bisa menggunakan multilayer sehingga bisa diterapkan ½ lilitan primer dahulu dan besar kawat adalah 35 : 25 = 1,4mm. Barulah lilitan skunder dan terakhir lilitan primer ke2 meneruskan lilita primer yang pertama 25 lilit dan kembali lilit sebanyak 25 lilit, sehingga primer lilitannya jumlah tetap namun ukuran kawar menjadi besar.
Acuan untuk banyaknya lilitan pada bahasan di atas dapat kita tarik kesimpulan, jika jumlah
lilitan sama maka induktansi akan sama, dirangkap atau tunggal, jika dirangkap artinya
memperbesar ukuran kawat dengan cara menambah jumlah kawat, jika disambung seri jelas induktansi akan berubah karena jumlah lilitan berbeda.mungkin bisa lebih difahami tentang memperbesar ukuran kawat dengan menambah jumlah kawat, jadi jumlah lilitan tetap, hanya digandakan atau rangkap.
Mungkin saat melilit ada sesuatu yang mengganggu sehingga proses melilit dihentikan
sementara, misal keperluan mendadak atau hal apapun, anda kadang bingung sendiri tadi saat menggulung lilitan searah jarum jam apa tidak ya? bingung, akan dibongkar sudah hampir selesai atau bahkan telah selesai, tanda ujung-ujungnya lupa tidak di beri tanda, terus arah melilit juga karena koker dibolak balik jadi pusing. Sering dan bahkan selalu hal demikian terjadi, apa yang harus anda lakukan agar tidak terjadi kesalahan atau ragu-ragu?
Jika lilitan primer seperti contoh sebanyak 50 lilit dan acuan tegangan masuk 200V makan
n/v sebesar 50/200 atao 0,25lilit pervolt, berapa butuh tegangan extranya? Tinggal di bagi 4
saja, misal untuk kipas 12V yah angka 12/4 sebanyak 3 lilit, misal tone control butuh 24V maka 24/4 sebanyak 6 lilitan, nah mau berapapun terserah anda, misal untuk supply power amplifier CT60V maka tinggal angka 60/4 sebanyak 15 lilit, karena CT adalah 2 kali maka buatlah lilitan 2x.Hitungan diatas adalah sebuah contoh saja jadi tidak harus lilitan primer adalah 50lilit,namun pakailah referensi nilai induktansi 500µH itu berapa lilitan.


Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel